Produktivitas Tebu (Ton Tebu/Ha) vs Produktivitas Gula (Ton Gula/Ha)

Upaya untuk mencapai swasembada gula nasional terus diupayakan mulai dari pemerintah hingga pelaku usaha industri gula tebu baik BUMN maupun swasta. Swasembada gula di Indonesia merupakan tantangan yang sangat besar karena hingga saat ini produksi gula dari tebu di Indonesia masih kurang dari separuh dari total kebutuhan gula nasional yaitu gula untuk konsumsi rumah tangga maupun industri. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengejar kekurangan jumlah produksi tersebut adalah peningkatan produktivitas tebu di lahan dan tentunya juga penambahan lahan tebu. Namun demikian, dalam praktek terdapat 2 parameter produktivitas tebu di lahan, yaitu produktivitas berat tebu dihasilkan per luas lahan tebu (Ton Tebu/Ha) yang biasa disingkat dengan protas tebu atau  produktivitas berat gula dihasilkan per luas lahan tebu (Ton Gula/Ha) yang biasa disingkat dengan protas gula.

Dalam artikel ini akan kita analisis sehingga dapat memberikan gambaran mana yang sebaiknya dikejar antara produktivitas berat tebu per hektar lahan ditanam (Ton Tebu/Ha) atau produktivitas gula per hektar lahan ditanam (Ton Gula/Ha) dengan melakukan simulasi sederhana parameter terkait antara lain target gula dan jumlah tebu, produktivitas tebu dan gula, rendemen, kebutuhan lahan dan biaya tebang muat angkut (TMA).

Basis analisis perhitungan yang kita lakukan adalah dimulai dari target jumlah (berat) gula karena gula inilah yang nantinya jadi uang/pendapatan utama dari pelaku usaha industri gula. Misalkan target gula yang akan dicapai adalah 50.000 Ton gula. Gula sebanyak 50.000 Ton ini bila kita hitung balik akan dapat diproduksi oleh PG dengan kapasitas giling 4000 TCD dengan rendemen 10% dan hari giling selama 125 hari sehingga jumlah tebu yang digiling sebanyak 500.000 Ton tebu. Bila produktivitas tebu di lahan adalah 70 Ton Tebu/Ha maka luas lahan yang dibutuhkan adalah 7143 Ha, kemudian bila jumlah gula dibagi dengan lahan dibutuhkan maka diperoleh produktivitas gula adalah 7 Ton Gula/Ha. Dengan cara perhitungan yang sama kita simulasikan dengan beberapa variasi parameter terkait dengan target jumlah gula tetap 50.000 Ton namun dengan variasi rendemen (7-12%) dan variasi produktivitas tebu (70-100 Ton Tebu/Ha) dengan hasil sebagai berikut:

Dari hasil simulasi di atas dapat dilihat bahwa produktivitas gula (Ton Gula/Ha) semakin meningkat bila rendemen dan produktivitas tebu (Ton Tebu/Ha) meningkat. Namun bila kita cermati lebih jauh dapat kita lihat bahwa:

  • Peningkatan produktivitas gula (Ton Gula/Ha) dengan peningkatan rendemen membawa 2 dampak positif dalam penghematan biaya yaitu penurunan biaya tebang muat angkut (TMA) dan penurunan biaya garap lahan termasuk biaya sewa bila lahannya sewa.
  • Sedangkan peningkatan produktivitas gula (Ton Gula/Ha) dengan peningkatan produktivitas tebu (Ton Tebu/Ha) hanya membawa 1 dampak positif yaitu penurunan biaya garap lahan termasuk biaya sewa bila lahannya sewa.

Dengan demikian dapat kita simpulkan bersama bahwa peningkatan produktivitas gula (Ton Gula/Ha) dengan meningkatkan rendemen yang berarti meningkatkan kandungan gula (pol) dalam tebu membawa dampak positif yang lebih besar terutama pada penghematan biaya dan energi proses tebang muat angkut (TMA) yang luar biasa. Sehingga akan lebih baik jika para pelaku industri gula meningkatkan produktivitas gula (Ton Gula/Ha) dengan meningkatkan rendemen (peningkatan kualitas tebu) terlebih dahulu baru meningkatkan produktivitas tebu (Ton Tebu/Ha) dan penambahan lahan tebu untuk mengejar jumlah produksi gulanya.

Itulah kenapa bila kita benchmark ke negara tetangga yang sudah swasembada gula seperti Thailand dan India bahwa produktivitas tebu (Ton Tebu/Ha) di sana hanya di kisaran 60 – 80 Ton Tebu/Ha rata-rata namun rendemennya adalah di atas 10%.

Mengingat bahwa gula (sukrosa) dibuat di batang tebu, maka sasaran produksi tanaman tebu adalah menghasilkan gula (protas gula) yang tinggi, lain halnya dengan protas tebu tinggi tetapi kandungan gula rendah akan memberi konsekuensi biaya TMA yang tinggi, sehingga secara umum dapat dikatakan bahwa dengan efisiensi biaya TMA tetapi kandungan gula dalam tebu atau rendemen yang tinggi maka dalam perhitungan harga pokok produksi gula akan lebih efisien!


Diskusi topik ini dapat dilakukan disini: Facebook / Linkedin / Twitter / Tumblr

Anda bisa melakukan simulasi produktivitas tebu-gula per hektar sendiri dengan mengunjungi halaman ini (klik link)

Share this article:
Loading

SENDING

Your message was sent successful. Thanks.

Don't wait until tomorrow. Talk to one of our consultants today and learn how to start leveraging your business.

Kami membutuhkan beberapa informasi penting untuk lebih memahami bagaimana kami dapat membantu Anda dengan cara terbaik.

Tell us a little about the project you need to create. This is valuable so that we can direct you to the ideal team.

  • Identitas Anda
  • Perkiraan Budget
  • Service Setup
error: Alert: Content is protected !!