Potensi Jumlah Ampas Pabrik Gula Tebu

Ampas atau bagasse di pabrik gula tebu merupakan hasil samping yang sangat penting bagi keberlangsungan pabrik gula karena jumlahnya mencapai 20 – 30% dari tebu yang diproses tergantung dari kandungan sabut (fiber) tebu. Jumlah ampas yang melimpah merupakan pertanda baik bagi suatu pabrik gula karena ampas merupakan bahan bakar utama boiler atau stasiun pembangkit untuk mencukupi kebutuhan energi (listrik dan uap) dalam proses giling tebu. Selain itu, sistim pembangkit yang efisien dan pemakaian energi dalam pabrik yang juga efisien akan menghasilkan kelebihan ampas yang dapat dijual dalam bentuk ampas atau dijual dalam bentuk listrik sehingga menjadi penghasilan tambahan bagi pabrik gula sesuai dengan konsep pabrik gula standar (ideal) yang bersifat “energy self-sufficient” (mandiri energi).

Aliran massa (bahan) di Stasiun Gilingan

Untuk mengetahui potensi ampas dari pabrik gula dapat dihitung menggunakan perhitungan neraca massa sederhana di stasiun gilingan seperti pada gambar diatas. Imbibisi adalah sejumlah air yang ditambahkan ke proses penggilingan tebu untuk membantu proses ekstraksi gula (sukrosa) dari tebu secara optimal. Jumlah air imbibisi yang ditambahkan menyesuaikan kadar dari sabut tebu yang digiling, standarnya adalah 250 – 300% sabut. Kandungan sabut atau serat (fiber) dari tebu merupakan kunci dari potensi ampas yang akan dihasilkan, karena sabut merupakan zat padat yang tidak larut dari tebu sehingga dapat dikatakan bahwa tebu tersusun dari nira (juice) dan sabut (fiber). Bila kita tinjau dari gambar diatas maka dapat kita tuliskan neraca massa stasiun gilingan sebagai berikut:

Selanjutnya kita simulasi perhitungan neraca massa dari pabrik gula pada kapasitas 4000 TCD dan 8000 TCD dengan menggunakan beberapa asumsi standar (ideal) yaitu pemberian air imbibisi sebanyak 250% sabut, zat kering 52% dan brix ampas keluar gilingan adalah 2% serta diasumsikan tidak ada sabut yang hilang secara mekanis selama proses penggilingan, dengan hasil perhitungan sebagai berikut:

Dari hasil simulasi perhitungan neraca massa yang disederhanakan di stasiun gilingan diatas dapat dilihat bahwa jumlah ampas yang dihasilkan dari proses giling tebu sangat tergantung dari kandungan sabut dari tebu (% sabut tebu = sabut % tebu) yang digiling. Bila jumlah ampas terhitung dirasiokan dengan jumlah sabutnya terlihat bahwa jumlah ampas yang dihasilkan adalah 2 kali jumlah sabutnya, atau % sabut ampas adalah 2 x (% sabut tebu) nya berapapun kapasitas gilingnya.

Memang angka rasio ampas-sabut tebu ini bukanlah angka yang mutlak yang menyatakan bahwa jumlah ampas adalah 2 kalinya jumlah sabut karena dalam realisasinya di pabrik bahwa zat kering ampas dan % brix ampas berfluktuasi sehingga rasio bisa berfluktuasi di kisaran 2 – 2,4. Zat kering turun otomatis akan menghasilkan rasio yang lebih tinggi atau potensi ampas yang lebih banyak karena kadar air ampas meningkat, akan tetapi akan membawa dampak negatif pada kalor pembakaran ampas yang turun dan mengakibatkan efisiensi pembakaran di boiler juga turun.

Oleh karena itu rasio ampas-sabut tebu = 2, dapat digunakan untuk perkiraan cepat jumlah ampas yang dihasilkan dari tebu yang akan di giling untuk menghitung kecukupan bahan bakar dalam proses giling.


Diskusi topik ini dapat dilakukan disini: Facebook / Linkedin / Twitter / Tumblr

Anda bisa melakukan simulasi potensi jumlah ampas sendiri dengan mengunjungi halaman ini (klik link)

Share this article:
Loading

SENDING

Your message was sent successful. Thanks.

Don't wait until tomorrow. Talk to one of our consultants today and learn how to start leveraging your business.

Kami membutuhkan beberapa informasi penting untuk lebih memahami bagaimana kami dapat membantu Anda dengan cara terbaik.

Tell us a little about the project you need to create. This is valuable so that we can direct you to the ideal team.

  • Identitas Anda
  • Perkiraan Budget
  • Service Setup
error: Alert: Content is protected !!