Plant Cane (PC) dan Ratoon Cane (RC)

Dalam pengelolaan tanaman tebu terdapat beberapa istilah yang mengkategorikan status tanaman tebu yang sedang dibudidayakan, antara lain Kebun Tebu Giling (KTG), Kebun Benih (KB) dan Kebun Koleksi Varietas (KKV). Artikel ini kita akan membahas mengenai KTG dan KB yang masing-masing memiliki istilah Plant Cane (PC) dan Ratoon Cane (RC).

Bagan Pengelolaan Tanaman Tebu

Tanaman Pertama atau Plant Cane (PC)

  • Dimulai dengan kegiatan penyiapan lahan (land preparation) – dikenal sebagai pengolahan tanah, persiapan sumber benihnya (apapun bentuk benihnya), tanam, pemupukan, pemeliharaan tanaman (sulam – kalau ada), pengairan, pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), turun tanah, sanitasi kebun, sampai kegiatan akhir panen (TMA).
  • Sulam – kalau ada, mengapa demikian? Sulam dilakukan pada keadaan terpaksa akibat mata tunas tidak tumbuh karena berbagai sebab, antara lain: patah, terlalu tua, mati, busuk, rusak, terserang hama atau pecah kena benturan dll sebab tidak diketahui, oleh sebab itu seleksi benih sebelum benih di alih tanam ke lahan mutlak dilakukan, apalagi bila petugas lalai dalam mengikuti pertumbuhan tanaman sejak fase perkecambahan s.d. fase memanjang (3 – 120 hari setelah benih ditanam), kegiatan sulam dapat dikatakan terlambat, lebih-lebih bila gap tanaman tebu yang tumbuh cukup lebar.

Tanaman Keprasan atau Ratoon Cane (RC)

  • Kegiatan dalam mengelola tanaman keprasan dilakukan sesegera usai kegiatan panen diselesaikan dengan maksud memanfaatkan kelembaban lingkungan dan atau mencegah mata tunas segera trubus – tumbuh, dari beberapa literasi dikatakan paling lambat tujuh hari setelah kegiatan panen pada satu blok / petak tanaman tebu usai.  Apakah perlu dilakukan kegiatan kepras (cutting stalks)?  Tergantung sistem tebang yang dilakukan (akan dibahas lain kesempatan), apakah dilakukan secara manual ataukah mekanis? Apakah menggunakan pola reynoso lengkap dengan guludan (high solid earthing up) ataukah pola mekanisasi yang disiapkan hanya sampai turun tanah kecil (ipuk – low earthing up).
  • Pertanyaan berikutnya adalah berapa kali kah tanaman keprasan dilakukan? Perlu diketahui dan diingat, tanaman tebu dikembangkan melalui vegetatif – kemungkinan terjadinya penurunan sifat generatif (hukum mendel) sangat kecil, oleh sebab itu seharusnya selama mata tunas tebu masih bisa tumbuh baik dan sehat sampai keprasan kesekian kalipun dan tanaman masih mampu menghasilkan gula sebagai produk akhir, kenapa tidak, apalagi pengelolaan tanaman tebu di lakukan pada lahan milik sendiri (HGU). Dengan catatan mengelola tanaman tebu keprasan tetap berpatokan pada sop/petunjuk teknis yang ditetapkan, bukan diperlakukan berbeda dengan saat kita mengelola tanaman pertama. Di indonesia (jawa khususnya) dianggap bahwa tanaman keprasan maksimum adalah 2x, kadang-kadang 3x pun sudah dianggap berlebihan. Fakta lain, di beberapa tempat bbt hasil keprasan tidak diketahuipun masih diterima untuk di giling! Ironis? Tidak – masalah pemahaman!
  • Kegiatan berikutnya sedikit berbeda dengan pengelolaan tanaman pertama (PC), pedhot oyot dan pemupukan mutlak dilakukan, diikuti sulam (mutlak dilakukan), pengendalian OPT – terutama gulma secara berhati-hati, dan seterusnya sampai tanaman siap untuk panen.

Baik tanaman KTG ataupun KB, sasaran akhir adalah produksi BBT dan benih tebu, menuju kondisi kebun layak tebang, dengan persyaratan sesuai kebutuhannya:

  1. Cukup umur,
  2. Sehat (bahasa viral OTG – organisme tanpa gejala serangan hama),
  3. Tegak – tidak roboh,
  4. Ada jalan panen (tebang) – mengurangi biaya umbal (hal ini sering diabaikan berdampak timbulnya tambahan biaya saat panen nantinya)

Kodifikasi / penamaan pada istilah KTG dan KB adalah disesuaikan dengan masa tanam masa tebang tebu gilingnya. Terutama pada kebun benih, kesepakatan pemberian nama sudah agak sering diabaikan karena ketidaktahuan.

KTG 20/21 memberi makna: kebun tebu giling (commercial cane) tahun tanam 2020 dan tebang tahun 2021. Hal yang sama untuk kebun benih, KBX 20/21 adalah KBX yang dipersiapkan untuk persiapan tanaman KTG 20/21, jadi bukan mencerminkan tahun tanam tahun tebang kebun benih yang bersangkutan.

Skedul Tanaman Tebu (Standard Tanaman Pola A – Benih Berjenjang)

Untuk tambahan catatan bahwa di beberapa tempat, kebun benih disebut hanya kebun benih (nurseries), tanpa menyebutkan untuk persiapan KTG kapan, karena menganut pemahaman, bahwa selama kebun benih di kelola dengan benar, sampai keprasan ke berapa pun, serta   persyaratan sebagai bahan benih di penuhi (sehat, tidak tercampur varietasnya, cukup umur, bebas OPT dll), bahan benih masih laik dipergunakan maka kebun benih tetap dipertahankan.


Diskusi topik ini dapat dilakukan disini: Facebook / Linkedin / Twitter / Tumblr

Share this article:
Loading

SENDING

Your message was sent successful. Thanks.

Don't wait until tomorrow. Talk to one of our consultants today and learn how to start leveraging your business.

Kami membutuhkan beberapa informasi penting untuk lebih memahami bagaimana kami dapat membantu Anda dengan cara terbaik.

Tell us a little about the project you need to create. This is valuable so that we can direct you to the ideal team.

  • Identitas Anda
  • Perkiraan Budget
  • Service Setup
error: Alert: Content is protected !!