Pengelolaan Tanaman Tebu

Melalui campur tangan manusia, menciptakan atau merekayasa kondisi lingkungan tumbuh bagi tanaman agar sesuai dengan sifat bawaan tebu sehingga tanaman ini dapat tumbuh dan berproduksi dengan optimal.

Produksi Tanaman = Sifat Genetik ( G ) X Lingkungan ( E )

Yang dimaksud produksi pada budidaya tebu adalah produksi gula, bukan sekedar batang tebu, secara spesifik adalah gula kristal (sakarosa/sukrosa), karena gula (sukrosa) memang dibuat di batang tebu melalui proses fotosintesa, maka harus dipahami bahwa pabrik gula yang sesungguhnya ada di lahan/kebun tebu itu sendiri, dan pabrik gula hanya melakukan proses pengambilan gula dari batang tebu.

Bagaimana membuat gula di batang tebu, itulah yang disebut budidaya tanaman tebu, yang dalam pelaksanaannya adalah mengelola tanaman tebu di lahan, meliputi beberapa aspek kegiatan yang saling berkaitan dengan tetap memperhatikan aspek manajemen, meliputi perencanaan – pengorganisasian – pelaksanaan dan pengawasan, sejak penyiapan lahan, benih, tanam pemeliharaan sampai panen (dikenal kegiatan TMA), semua dikerjakan sejalan dengan keinginan tanaman. Ketepatan waktu menjadi titik kritis keberhasilan pengelolaan tanaman (dikenal istilah “just in time”), dengan berpedoman pada SOP (Standard Operation Procedure) yang telah di tetapkan dan disepakati.

Di Indonesia dikenal secara umum 3 cara pengelolaan tanaman tebu:

  1. Sistem REYNOSO, pada umumnya dilakukan pada lahan sawah dengan pembuatan got-got yang berfungsi sebagai saluran pemasukan dan pembuangan air irigasi, cenderung semua menggunakan tenaga manusia.
  2. Sistem mekanisasi, pada umumnya dilakukan pada lahan kering/tegal, tanpa menggunakan sistem got ala REYNOSO, tetapi tetap memperhatikan saluran drainase pada titik tertentu, untuk menghindari genangan air (water lodging), dengan membuat saluran pembuangan. Sistem ini dilakukan secara mekanisasi keseluruhan sejak awal sampai panen, bahan baku tebu di kirim gilingkan ke pabrik gula.
  3. Kombinasi (1) dan (2), kegiatan mekanisasi dilakukan secara parsial, mungkin hanya terbatas pada penyiapan lahan dan beberapa kegiatan pemeliharaan tanaman dan atau bisa termasuk kegiatan panen (sebagian atau keseluruhannya) kombinasi penggunaan tenaga manusia dan mekanis

Nah, bagaimana pengelolaan tebu di tempat anda, pesan teknis dalam artikel ini:

  • Apabila sudah dipilih satu sistem yang akan diaplikasikan di lapangan, lakukanlah sesuai sop dan kaidah budidaya tebu yang seharusnya
  • Hindarilah pengelolaan tanaman dengan sistem gado-gado dengan mengabaikan SOP dan kaidah berlaku
  • Apabila telah ditetapkan satu sistem yang dipilih, sudah seharusnya di koordinasikan dengan sistem penerimaan tebu yang ada di pabrik gula (cane reception system)

Demikian sekilas pemaparan singkat yang selayaknya menjadi perhatian semua pemangku kepentingan dalam pengelolaan tanaman tebunya agar produksi gula/sukrosa dalam tebu optimal.


Diskusi topik ini dapat dilakukan disini: Facebook / Linkedin / Twitter / Tumblr

Share this article:
Loading

SENDING

Your message was sent successful. Thanks.

Don't wait until tomorrow. Talk to one of our consultants today and learn how to start leveraging your business.

Kami membutuhkan beberapa informasi penting untuk lebih memahami bagaimana kami dapat membantu Anda dengan cara terbaik.

Tell us a little about the project you need to create. This is valuable so that we can direct you to the ideal team.

  • Identitas Anda
  • Perkiraan Budget
  • Service Setup
error: Alert: Content is protected !!