Pabrik Gula Karbonatasi VS Defekasi Remelt Karbonatasi (DRK)

Sebelum beralih ke proses sulfitasi, pabrik gula di Indonesia banyak yang menggunakan proses karbonatasi untuk menghasilkan gula Kristal putih layak konsumsi (konsumsi langsung). PG karbonatasi yaitu PG yang menggunakan proses karbonatasi dalam proses pemurniannya sehingga diperolah gula kualitas GKP dengan ICUMSA 80 – 300 yang sudah layak konsumsi. Seperti halnya pabrik gula sistim sulfitasi, PG dengan proses karbonatasi dalam proses pemurniannya tidak hanya menggunakan gas karbondioksida (CO2) sebagai agen pemurniannya, melainkan juga didahului dengan proses defekasi.

Perlu dipahami bahwa proses pemurnian sistim karbonatasi tidak sama dengan proses pemurnian sistim defekasi remelt karbonatasi (DRK) yang akhir-akhir ini sedang menjadi trend dimana beberapa PG sulfitasi yang ada beralih proses nya dengan sistim DRK. Berkembangnya teknologi pemurnian proses sulfitasi yang lebih ekonomis dibandingkan proses karbonatasi pada masa itu membuat PG-PG sulfitasi yang ada merubah prosesnya dari karbonatasi ke sulfitasi sehingga saat ini di Indonesia sudah tidak ada lagi PG yang menggunakan proses karbonatasi. Seiring berjalannya waktu dan munculnya isu tuntutan untuk memproduksi gula non-belerang (non-sulfur), beberapa PG sulfitasi yang ada di Indonesia mulai beralih proses ke sistim DRK.

Kenapa PG karbonatasi ditinggalkan? Dan kenapa sekarang beralih ke DRK?

Proses karbonatasi adalah proses perlakuan nira mentah dengan gas karbondioksida (CO2), kebutuhan gas CO2 untuk proses karbonatasi nira mentah membutuhkan jumlah gas CO2 yang banyak dan hanya bisa dipenuhi bila PG memiliki unit pembakar kapur mentah/batu kapur (CaCO3) menjadi kapur tohor (CaO) dan menghasilkan gas karbondioksida (CO2) dengan reaksi sebagai berikut:

CaCO3 + panas/pembakaran → CaO + CO2

Proses pembakaran kapur mentah tersebut membutuhkan energi atau sumber panas pembakaran yang sangat tinggi yaitu menggunakan batubara murni/berkadar karbon tinggi yang biasanya disebut dengan kokas. Proses pembuatan kokas sendiri membutuhkan biaya tinggi karena dibuat dengan cara membakar batubara pada kondisi hampa sehingga harga kokas juga tinggi. Oleh karena itu dengan harga kokas yang tinggi tersebut PG karbonatasi dinilai sudah tidak ekonomis lagi untuk digunakan dalam proses pemurnian nira sehingga ditinggalkan.

Proses karbonatasi pada PG DRK adalah proses perlakuan leburan gula mentah (melt liquor) dengan gas karbondioksida (CO2). Jumlah leburan gula yang diproses karbonatasi jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah nira mentah yang diproses, apabila jumlah nira mentah adalah 100% tebu dan rendemen produksi gula mentah adalah 10%, maka jumlah gula mentah (melt liquor) yang diproses karbonatasi adalah 10% dari jumlah nira mentah atau 10 % tebu diproses. Sehingga kebutuhan karbondioksida (CO2) untuk proses karbonatasi pada PG DRK dapat tercukupi dengan mengambil dari cerobong pembuangan gas hasil pembakaran bahan bakar di boiler, dengan demikian PG DRK dianggap lebih ramah lingkungan karena tanpa menggunakan belerang dan memanfaatkan gas buang hasil pembakaran bahan bakar di boiler.

Aplikasi penggunaan kapur dan gas karbondioksida (CO2) dalam proses pemurnian umumnya dilakukan secara bertahap dengan parameter praktis dalam operasional adalah menggunakan sasaran pH. Penambahan asam fofat (H3PO4) dalam proses defekasi dimaksudkan untuk mengoptimalkan proses pengikatan kotoran oleh kapur sehingga menghasilkan nira jernih yang lebih baik.


Diskusi topik ini dapat dilakukan disini: Facebook / Linkedin / Twitter / Tumblr

Share this article:
Loading

SENDING

Your message was sent successful. Thanks.

REFRESH

Don't wait until tomorrow. Talk to one of our consultants today and learn how to start leveraging your business.

Kami membutuhkan beberapa informasi penting untuk lebih memahami bagaimana kami dapat membantu Anda dengan cara terbaik.

Tell us a little about the project you need to create. This is valuable so that we can direct you to the ideal team.

  • Identitas Anda
  • Perkiraan Budget
  • Service Setup
error: Alert: Content is protected !!