Pabrik Gula Fosfatasi VS Defekasi Remelt Fosfatasi (DRF)

Fosfat dalam ilmu kimia adalah anion [PO4]3−  dari senyawa asam fosfat (H3PO4). Fosfat diperoleh dari alam dalam bentuk mineral phosphorus sehingga diberi simbol huruf P. Fosfat dalam proses pemurnian berfungsi untuk membantu kapur dalam proses pengikatan kotoran dalam nira mentah sehingga menghasilkan nira pemurnian defekasi yang lebih baik. Berdasarkan hasil penelitian disarankan bahwa kadar fosfat dalam nira mentah adalah 250 – 300 ppm, umumnya nira mentah dari tebu saat ini mengandung fosfat rendah dibawah 200 ppm bahkan hingga dibawah 150 ppm, sehingga perlu ditambahkan fosfat (asam fosfat) sintetis. Namun demikian penambahan fosfat dalam nira mentah ini relatif sangat kecil atau sekedar bahan pembantu sehingga belum dikategorikan sebagai proses fosfatasi.

Upaya untuk menghasilkan gula Kristal putih yang sederhana (tanpa remelt) namun tanpa sulfur maka dikembangkan proses fosfatasi yang dilakukan pada nira kental. PG fosfatasi adalah PG yang menggunakan fosfat dalam pemurnian utamanya. PG fosfatasi banyak dikembangkan di Negara India karena India merupakan salah satu Negara di Dunia yang memiliki tambang fosfat selain itu India juga berbatasan dengan Negara Cina yang merupakan produsen fosfat terbesar di dunia. PG fosfatasi kurang dikembangkan di Indonesia karena kebutuhan fosfat (asam fosfat) untuk proses fosfatasi cukup banyak dan harus impor sehingga menjadi kurang ekonomis.

Proses fosfatasi dapat dilakukan pada nira kental hasil dari pemurnian defekasi sebagai alternatif dari proses sulfitasi untuk mendapatkan gula Kristal putih secara langsung tanpa proses remelt. Selain itu proses fosfatasi juga dapat dilakukan pada peleburan gula mentah (sugar remelt) sebagai alternatif dari proses DRK yang disebut dengan proses defekasi remelt fosfatasi (DRF).

Dalam pemurnian proses fosfatasi tidak hanya dilakukan penambahan asam fosfat (H3PO4), namun juga ada penambahan bahan kimia lain yaitu talofloc dan taloflote yang merupakan jenis flokulan khusus digunakan pada proses fosfatasi. Proses fosfatasi dapat dikatakan sebagai proses yang unik karena kotoran yang tertangkap dalam proses pemurnian fosfatasi mengapung sehingga dikeluarkan dari bagian atas clarifier, berbeda dengan kotoran tertangkap dari proses pemurnian defekasi dan sulfitasi yang diendapkan dan dikeluarkan dari bagian bawah clarifier.

Pada prakteknya, terdapat PG dengan proses fosfatasi nira kental yang tidak sepenuhnya mengandalkan fosfat untuk mendapatkan gula Kristal putih karena harga fosfat yang cukup mahal sedangkan gula tanpa sulfur juga belum merupakan syarat mutlak standar gula. Sehingga untuk menekan biaya produksi namun meminimalkan kandungan sulfur dalam gula produk umumnya dilakukan modifikasi proses pemurnian antara lain:

  • Proses defekasi-sulfitasi nira mentah dilanjutkan fosfatasi nira kental.
  • Proses defekasi nira mentah dilanjutkan sulfitasi dan fosfatasi nira kental.

Apapun itu proses pemurnian yang dipilih untuk mendapatkan gula Kristal putih, semua jenis proses yang ada sama-sama dapat menghasilkan kualitas gula yang sama sampai tingkat ICUMSA tertentu (± 100 IU), dan masing-masing terdapat kelebihan dan kekurangan. Secara umum pertimbangan proses yang dipilih adalah faktor dari mulai kualitas bahan baku yang akan diproses, sasaran kualitas produk akhir dan biaya produksi yang timbul dari jenis proses yang dipilih termasuk didalamnya pertimbangan konsumsi energinya baik energi uap maupun energi listrik.


Diskusi topik ini dapat dilakukan disini: Facebook / Linkedin / Twitter / Tumblr

Share this article:
Loading

SENDING

Your message was sent successful. Thanks.

REFRESH

Don't wait until tomorrow. Talk to one of our consultants today and learn how to start leveraging your business.

Kami membutuhkan beberapa informasi penting untuk lebih memahami bagaimana kami dapat membantu Anda dengan cara terbaik.

Tell us a little about the project you need to create. This is valuable so that we can direct you to the ideal team.

  • Identitas Anda
  • Perkiraan Budget
  • Service Setup
error: Alert: Content is protected !!