Pabrik Gula Defekasi dan Sulfitasi

Pabrik Gula (PG) berbasis tebu di Indonesia hingga saat ini masih didominasi oleh PG sulfitasi yaitu PG yang menggunakan proses sulfitasi dalam proses pemurniannya sehingga diperolah gula kualitas GKP dengan ICUMSA 80 – 300 yang sudah layak konsumsi. Namun demikian perlu dipahami bahwa yang disebut dengan proses sulfitasi itu sendiri adalah proses pemurnian yang tidak hanya dilakukan dengan menggunakan gas belerang (SO2) sebagai agen pemurniannya, melainkan proses pemurnian yang diawali dengan proses defekasi yaitu proses pemberian susu kapur (Ca(OH)2) sebagai agen pemurnian utama dalam proses pemurnian nira mentah.

Sehingga dapat dikatakan bahwa proses sulfitasi di PG sebenarnya merupakan perkembangan dari teknologi pemurnian yang awalnya hanya dilakukan dengan defekasi saja karena kualitas gula Kristal yang dihasilkan oleh PG yang menggunakan pemurnian defekasi saja masih memiliki warna yang tinggi dengan ICUMSA > 600 IU yang umumnya disebut sebagai gula mentah (raw sugar). Dipilihnya proses defekasi-sulfitasi atau pada umumnya hanya disebut sebagai proses sulfitasi saja karena proses sulfitasi adalah proses pabrikasi gula Kristal dari tebu yang paling sederhana untuk mendapatkan gula Kristal putih untuk konsumsi langsung rumah tangga.

Proses defekasi adalah proses perlakuan nira mentah dengan menggunakan kapur (CaO). Pemberian kapur dapat dilakukan secara langsung atau dalam bentuk susu kapur (Ca(OH)2), namun umumnya digunakan dalam bentuk susu kapur. Proses defekasi di pabrik gula merupakan proses pemurnian nira tebu paling sederhana yang pasti dilakukan pertama kali dalam proses pemurnian sistim apapun karena sifat alami dari kapur (susu kapur) yang mampu mengikat kotoran dan kemudian mengendapkan kotoran tersebut.

Proses sulfitasi adalah proses perlakuan nira mentah dengan gas belerang (SO2) yang disiapkan dengan cara membakar belerang padat. Proses perlakukan gas belerang pada nira mentah umumnya dilakukan setelah perlakuan nira mentah dengan susu kapur (defekasi).

Aplikasi penggunaan kapur dan sulfur (belerang) dalam proses pemurnian umumnya dilakukan secara bertahap dengan parameter praktis dalam operasional adalah menggunakan sasaran pH. Umumnya PG sulfitasi menjalankan proses pemurnian nira mentah dari tebu untuk menghasilkan gula Kristal putih dengan tahapan utama sebagai berikut:

  • Pemanasan nira mentah hingga suhu ±75 oC
  • Pemberian susu kapur (defekasi) dengan sasaran pH 7-10
  • Pemberian gas SO2 dengan sasaran pH 7-7,2
  • Pemanasan nira terdefekasi dan tersulfitasi hingga suhu 105 oC untuk keperluan proses pengendapan
  • Pemberian gas SO2 pada nira kental dengan sasaran pH 5-5,2

Apabila dalam tahapan tersebut proses pemberian gas SO2 nya dihilangkan maka disebut sebagai proses defekasi, namun untuk proses pemurnian nira mentah dengan proses defekasi saja umumnya sasaran pH pemberian kapur hanya di kisaran pH 7. Penambahan asam fofat (H3PO4) dalam proses defekasi dimaksudkan untuk mengoptimalkan proses pengikatan kotoran oleh kapur sehingga menghasilkan nira jernih yang lebih baik.


Diskusi topik ini dapat dilakukan disini: Facebook / Linkedin / Twitter / Tumblr

Share this article:
Loading

SENDING

Your message was sent successful. Thanks.

Don't wait until tomorrow. Talk to one of our consultants today and learn how to start leveraging your business.

Kami membutuhkan beberapa informasi penting untuk lebih memahami bagaimana kami dapat membantu Anda dengan cara terbaik.

Tell us a little about the project you need to create. This is valuable so that we can direct you to the ideal team.

  • Identitas Anda
  • Perkiraan Budget
  • Service Setup
error: Alert: Content is protected !!