Evaporator Pabrik Gula Tebu dan Level Efisiensi Energi

Stasiun penguapan (evaporator) di pabrik gula tebu merupakan kunci dari penghematan energi di pabrik gula yang mengolah tebu menjadi gula kristal, dimana tebu yang diproses dapat mengandung air 70 – 80% berat yang harus diuapkan di dalam proses pengolahannya hingga diperoleh gula produk dalam bentuk kristal. Untuk itu proses penguapan di stasiun penguapan pabrik gula dilakukan secara bertingkat (multi efek) agar proses penguapan hemat energi sesuai dengan prinsip penguapan multi efek di pabrik gula yang dikembangkan oleh Norbert Rillieux yang masih digunakan sampai saat ini yang dikenal dengan Prinsip Rillieux.

Skema Evaporator Pabrik Gula 5 Efek (Quintiple) dengan Bleeding dari Semua Badan

Prinsip penguapan yang dia kembangkan dan dipatentkan oleh Norbert Rillieux berdasarkan hasil investigasi evaporator di pabrik gula yang dia lakukan pada waktu itu sehingga menghasilkan prinsip umum yang harus dipenuhi untuk desain dan performa evaporator multi efek di pabrik gula yaitu:

  1. Dalam penguapan multi efek sebanyak N efek, 1 kg uap akan menguapkan N kg air. Oleh karena itu, dalam evaporator double efek, 1 kg uap akan menguapkan 2 kg air, dalam evaporator triple efek akan menguapkan 3 kg air dan seterusnya.
  2. Jika uap diambil dari efek ke-i dari evaporator multi efek sebanyak N dan uap yang diambil tersebut digunakan diluar sistim evaporator sebagai pemanas (pengganti pengganti uap bekas), maka diperoleh penghematan uap sebesar i/N kali jumlah uap digunakan dalam pemanasan tersebut. Oleh karena itu, jika 1 kg uap diambil dari efek ke-2 dari 4 efek evaporator maka akan mendapatkan penghematan sebanyak 2/4 x 1 kg = 0,5 kg uap. Begitu juga bia 1 kg uap diambil dari efek ke-3 dari 4 efek evaporator maka akan mendapatkan  penghematan sebanyak 3/4 x 1 = 0,75 kg uap.

Penghematan energi di pabrik gula tebu pada umumnya dinilai dari pencapaian angka uap % tebu atau Steam on Cane (SoC) dimana angka ini menunjukkan konsumsi uap (ton/jam) yang digunakan untuk memproses tebu (ton/jam) hingga menghasilkan produk gula kristal putih. Pencapaian angka uap % tebu di pabrik gula bervariasi dari 40 – 60 % atau 0,4 – 0,6. Namun demikian terdapat 2 jenis pemahaman mengenai angka uap % tebu di lapangan, yaitu:

  1. Uap % tebu total (live steam), adalah total uap baru (live steam) yang diproduksi boiler (ton/jam) dibagi dengan jumlah tebu digiling (ton/jam). Mudah diukur karena berdasarkan pembacaan flow meter produksi total uap di boiler dan pembacaan timbangan tebu digiling. Pengukuran dengan sistim ini langsung dapat digunakan untuk memperkirakan kebutuhan bahan bakar diperlukan.
  2. Uap % tebu proses (saturated steam), adalah jumlah uap bekas (saturated steam) yang diperlukan oleh proses untuk pemanasan di juice heater, evaporator dan masakan. Sulit diukur karena umumnya tidak ada pengukuran jumlah uap bekas menggunakan flow meter, sehingga ditentukan berdasarkan perhitungan. Pengukuran dengan sistim ini tidak dapat digunakan secara langsung untuk memperkirakan kebutuhan bahan bakar diperlukan. Selisih dengan uap % tebu total (live steam) sekitar 3 – 6% tergantung rencana pemakaian uap selain untuk keperluan pemanasan di juice heater, evaporator dan masakan.

Sehingga perlu disepakati bersama untuk pemakaian istilah uap % tebu atau Steam on Cane (SoC) dalam praktek di lapangan agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam pengambilan keputusan. Untuk praktisnya disarankan menggunakan uap % tebu total (live steam) yang berarti bahwa setiap penyebutan angka “uap % tebu” maka yang dimaksud adalah uap % tebu total (live steam).

Apabila parameter uap % tebu merupakan salah satu parameter pencapaian dalam suatu proyek pembangunan pabrik gula baru atau revitalisasi pabrik gula lama maka hal ini perlu dipertegas dalam kontrak bahwa maksud dari uap % tebu tersebut apakah “uap % tebu proses” atau “uap % tebu total (live steam)”.

Berdasarkan Prinsip Rillieux, pencapaian angka uap % tebu sangat ditentukan oleh penerapan skema evaporator yang berupa jumlah efek dan skema bleeding yang diterapkan. Bleeding adalah pemakaian uap nira dari evaporator yang digunakan sebagai pemanas baik di juice heater maupun pan masakan sebagai pengganti uap bekas.

Pencapaian angka uap % tebu mencerminkan efisiensi penggunakan energi di pabrik gula, semakin rendah uap % tebu yang dapat dicapai suatu pabrik gula maka dapat dipastikan bahwa pabrik gula tersebut semakin efisien dalam sistim kogenerasi dan penggunaan energinya.

Adapun kategori level pencapaian efisiensi energi di pabrik gula berdasarkan pencapaian uap % tebu total (live steam) dapat dilihat pada tabel berikut:

Pada umumnya, level efisiensi energi suatu pabrik gula dapat dilihat pada seberapa besar jumlah sisa ampas yang dapat dikumpulkan dengan ketentuan bahwa seluruh kebutuhan energinya (uap dan listrik) sudah terpenuhi dari ampasnya sendiri. Di negara dengan industri gula yang sudah maju, semakin efisien pabrik gulanya maka semakin besar energi listrik yang dapat dihasilkan dan dijual dari sisa ampas tebunya.


Diskusi topik ini dapat dilakukan disini: Facebook / Linkedin / Twitter / Tumblr

Share this article:

2 Comments

  1. CVP (Continuous Vacuum Pan) – Salah Satu Langkah Peningkatan Kualitas Gula dan Efisiensi Energi di Pabrik Gula – SucroTech.Com

    April 7, 2021 at 05:07

    […] efisien energi karena konsumsi uap constant dan kebutuhan air yang kecil, berbeda dengan pan batch yang […]

  2. CVP (Continuous Vacuum Pan) – SucroTech.Com

    April 7, 2021 at 08:10

    […] efisien energi karena konsumsi uap constant dan kebutuhan air yang kecil, berbeda dengan pan batch yang […]

Comments are closed.

Loading

SENDING

Your message was sent successful. Thanks.

Don't wait until tomorrow. Talk to one of our consultants today and learn how to start leveraging your business.

Kami membutuhkan beberapa informasi penting untuk lebih memahami bagaimana kami dapat membantu Anda dengan cara terbaik.

Tell us a little about the project you need to create. This is valuable so that we can direct you to the ideal team.

  • Identitas Anda
  • Perkiraan Budget
  • Service Setup
error: Alert: Content is protected !!